Patung itu sudah menjadi pecahan kecil-kecil, runtukannya berceceran di atas lantai. Sesekali angin menyambar wajah sendu Anki, berbulan-bulan—bertahun-tahun ia membuat patung itu dengan peluh yang…
View More Patung yang Memegang Kapak di TangannyaPenulis: A. Mundzir AR, PP Annuqayah Lubangsa, Sumenep.
Rokat Roma
Barangkali Tuhan masih ingin keberadaanku di sini. Bagaimana tidak. Sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah gundukan puing berhamburan di mana-mana. Tiang-tiang listrik roboh hingga membuat…
View More Rokat RomaSapi Karapan
Mata Karim menelaah di sekitar rumahnya. Rumah itu kini sudah sedikit asing. Ia sudah tiga tahun tak pulang dari pondok pesantren. Bukannya tak peduli lagi…
View More Sapi Karapan
