Lomba Menulis Biografi Orang-orang Pesantren

Dalam rangka Festival Dunia Santri 2026, jejaring duniasantri (JDS) juga menyelenggarakan lomba penulisan. Kali ini, temanya adalah “Biografi Orang-orang Pesantren.”

Beni Satria.

Menurut Ketua Panitia Festival Dunia Santri 2026, Beni Satria, tema ini dipilih sebagai penghormatan dan penghargaan kepada orang-orang pesantren dalam pengertian luas. Bukan hanya kiai atau bu nyai, tapi juga orang-orang yang sering luput dari perhatian publik, namun memiliki peran dan kontribusi penting dalam merawat dan mengembangkan dunia pesantren. Atau, orang-orang pesantren yang berkiprah di tengah masyarakat dan menjadi pandu masyarakatnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Karena, sejatinya, begitu banyak orang yang terlibat, dan memiliki peran, di dunia pesantren. Itulah yang akan kita potret melalui lomba penulisan ini,” ujar Beni Satria, Rabu (10/6/2026).

Dengen demikian, yang diangkat sebagai subjek dalam lomba penulisan ini bukan hanya kiai atau bu nyai, tapi bisa juga ustaz atau guru; atau orang-orang yang terlibat dalam pembangunan, pengelolaan, dan pengembangan pesantren; atau orang-orang pesantren atau alumni pesantren yang berkhidmah di tengah masyarakat.

“Dalam lomba ini, kita menghindari istilah ‘tokoh’ karena seringkali mereka bekerja dalam sunyi, tidak dikenali sebagai tokoh, tapi memiliki peran penting dalam dunia pesantren. Tugas para peserta lomba ini mengungkap siapa mereka ke dalam tulisan,” tambah Beni.

Karena itu, menurut Beni, naskah yang diikutkan lomba harus merupakan tulisan asli peserta, bukan saduran atau daur ulang (re-write). Tulisan bisa didasarkan pada hasil riset dan/atau wawancara langsung penulisnya kepada subjek yang ditulis atau orang-orang terdekatnya.

Sebagai karya biografi, tulisan juga harus memenuhi kaidah penulisan biografi, yang terdiri dari tiga struktur dasar, yaitu orientasi, peristiwa, dan reorientasi. Struktur orientasi meliputi latar belakang keluarga dan pendidikan subjek, termasuk riwayat hidupnya.

Sementara, struktur peristiwa meliputi rentetan peristiwa atau kejadian yang dialami atau dilakukan subjek, yang berarti menceritakan kiprah dan peran sang subjek, termasuk keistimewaan dan keteladanannya. Adapun, struktur reorientasi berupa pandangan penulis terhadap perjalanan subjek yang ditulis, dalam hal ini orang-orang pesantren tersebut.

Beni menjelaskan, persyaratan teknisnya, naskah terdiri 2500-3000 kata, dikirimkan dalam bentuk pdf dan word ke email: [email protected]. Masa pengiriman naskah dari tanggal 15 Juni sampai dengan 31 Juli 2026.

Yang menarik, menurut Beni, tulisan-tulisan terbaik dari naskah yang diikutkan lomba akan dibukukan di bawah judul “Biografi Orang-orang Pesantren”. Buku tersebut akan di-launching pada 28 Oktober, di malam puncak Festival Dunia Santri 2026.

Tentu saja, kata Beni, dewan juri akan mengkurasi untuk memilih juara 1, juara 2, juara 3, dan naskah-naskah yang layak dimasukkan dalam antologi “Biografi Orang-orang Pesantren” ini. Yang bertindak sebagai dewan juri adalah Jamal D Rahman (sastrawan), Hilmi Faiq (jurnalis), dan Novi Diah Haryanti (peneliti/dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).

Pemenang lomba ini akan memperoleh dana literasi yang akan diumumkan secara bertahap melalui akun-akun medos jejaring duniasantri.

“Lomba ini berlaku untuk umum, silakan baik santri maupun yang bukan santri bersaing untuk menulis biografi orang-orang pesantren,” tutur Beni.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan