PP Al-Munawwir Gringsing Gelar Tarawih Keliling

Pondok Pesantren Al-Munawwir Gringsing, Batang, Jawa Tengah, kembali menggelar kegiatan Tarawih Keliling (Tarling). Agenda tahunan ini mulai digulirkan dari Masjid Baitul Muttaqin, Dukuh Siklayu, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Sabtu  (28/02/2026) lalu.

Setelah di Dukuh Siklayu, agenda Safari Ramadan PP Al-Munawwir ini akan diteruskan ke sejumlah desa lain. Rencananya, kegiatan serupa akan dilaksanakan di Desa Lebosari, Kecamatan Kangkung pada Selasa, 3 Maret 2026, dan dilanjutkan di Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing pada Sabtu, 7 Maret 2026.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tarling Safari Ramadan PP Al-Munawwir Gringsing tahun ini mengangkat tema “Santri Nyawiji Ing Desa”.

Pada Sabtu lalu, para santri Al-Munawwir Gringsing berangkat ke lokasi Tarling secara bertahap. Sejak bakda asar, menggunakan armada pesantren, dengan santri putra dan putri menempati armada terpisah. Setibanya di lokasi, menjelang waktu berbuka, para santri melantunkan “Syair Tanpo Waton” dan wirid “Al-Wirdullatif” yang menjadi kebiasaan mereka di pesantren.

Rangkaian acara Tarling dimulai setelah salat magrib, isya, dan tarawih berjamaah. Para santri dan asatiz (guru) dengan sigap menyiapkan tugas masing-masing.

Acara ini dibuka oleh dua pewara dari santri putri, dengan diawali bacaan “ummul kitab” agar acara berkah dan berjalan lancar. Acara dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Nisaurrosyidah, santri asal Siklayu. Setelah itu, pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Slamet Setiyawan, santri kelas 11, turut mewarnai jalannya acara.

Memasuki acara inti, Ketua Takmir Masjid Baitul Muttaqin, Ustaz Tohir, menyampaikan sambutan sekaligus menyerahkan cendera mata secara simbolis.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, tenaga, pikiran, serta dukungan materi dari segenap keluarga besar PP Al-Munawwir dalam memakmurkan masjid dan memberikan manfaat bagi warga Siklayu,” ujarnya dalam sambutan.

Acara dilanjutkan dengan sesi pidato (kultum) yang disampaikan oleh tiga perwakilan santri. Pidato pertama dibawakan oleh Abdul Rozak, santri kelas 8. Ia menyampaikan tausiah tentang keutamaan bersedekah, khususnya di bulan Ramadan. Ceramahnya diselingi syair dan selawat yang diiringi grup hadrah Al-Munawwir.

Ia menutup pidatonya dengan pantun khas, “Burung cenderawasih, cukup sekian terima kasih. Pergi ke kebun memetik rambutan, ayo mondok bersamaku kawan.”

Pidato kedua disampaikan oleh santri kembar, Aliyul dan Rofiqul, asal Ringinarum. Dalam ceramah, mereka menekankan pentingnya introspeksi diri. “Berpikir lebih jernih, merasa lebih dalam, bertindak lebih hati-hati, dan kontrol hati,” pungkas mereka. Sesi pidato kemudian dilanjutkan oleh santri kembar junior kelas 8, Alfan Musyafa’ dan Alfin Musyafik.

Puncak acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Khodimul Ma’had, KH Sholichin Syihab. Dalam pengantar doanya, Kiai Sholichin memanjatkan harapan untuk kemakmuran warga Siklayu.

“Semoga Siklayu makmur, tambak ikannya makmur, petaninya makmur, sehingga dapat masuk dalam kategori ‘baldatun toyyibatun warobbun ghofur’. Aamiin,” ujarnya, yang kemudian dilanjutkan dengan doa khusyuk yang diamini seluruh jemaah. Acara resmi ditutup dan diakhiri dengan lantunan selawat dari grup hadrah.

Multi-Page

Tinggalkan Balasan