Foto bersama keluarga besar pp i'anah futuhiyah karangbrai

Santri Assalafi I’anah Futuhiyah Ziarah Makam Wali

“Kalau anak muda tahu dari mana mereka berasal, mereka akan tahu ke mana harus melangkah,” ujar salah seorang penjaga museum.

Dari museum, kami melanjutkan ziarah ke makam Raden Patah. Sekitar satu jam kemudian, kami kembali ke Kadilangu untuk membeli oleh-oleh. Bus akhirnya melaju kembali menuju Desa Karangbrai pada pukul 20.00 WIB.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dari Kudus yang menanamkan nilai toleransi hingga Demak yang menumbuhkan kebijaksanaan dalam keberagaman, sejarah dan masa depan berpadu dalam satu ruang kesadaran yang utuh.

Perjalanan ke Kudus dan Demak bukan sekadar perjalanan wisata religi. Ini adalah cermin peradaban keislaman dan kebijaksanaan—sebuah ruang tempat sejarah, perjuangan, dan nilai budaya berpadu harmonis.

Melalui perjalanan ini, kami berharap para santri tidak hanya memahami sejarah dan nilai perjuangan para wali, tetapi juga nilai-nilai budaya, ekonomi, dan sosial yang berkembang di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan