Tokoh sastra Indonesia, Taufiq Ismail, akan menghadiri Studium General dan Bedah Buku bertema “Menghidupkan Kembali Api Nasionalisme Syekh Nawawi al-Bantani” di Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Maulana Hasanuddin (MSH) Banten, di Serang, Banten, Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam acara yang diselenggarakan jejaring duniasantri (JDS) bekerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) UIN Banten tersebut, Taufiq Ismail hadir sebagai tamu kehormatan (honorary guest). Pendiri Majalah Horison tersebut juga akan membaca puisi tentang Syekh Yusuf Al-Makassari.

Kehadirannya di acara tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan Taufiq Ismail pada gerakan literasi kalangan santri yang diinisiasi JDS. Apalagi, melalui situs web www.duniasantro.co, para santri makin bergairah menulis karya sastra.
Selain itu, Taufiq Ismail juga merasa perlu memberikan dukungan terhadap generasi muda. Sebagaimana sering ia lakukan dalam rangka mendukung generasi muda terus membaca dan berkarya, sastra, khususnya, berbagai macam gerakan ia lakukan di antaranya dengan memberi edukasi dan mendatangi berbagai SMA se-Indonesia hingga pelosok negeri lewat program Siswa Bertanya Sastrawan Bicara (SBSB) bersama majalah yang didirikannya, Majalah Horison.
Kehadiran Taufiq Ismail dalam acara Studium General dan Bedah Buku berjudul Islam, Sastra, Pengetahuan karya sastrawan Jamal D. Rahman tidak hanya menjadi sebuah kehormatan, tapi juga sebagai wujud kepedulian seorang sastrawan untuk terus melakukan gerakan membaca dan menulis di kalangan anak muda.
Festival Dunia Santri
Dalam studium general dan bedah buku ini, akan tampil sebagai narasumber adalah pakar sejarah Banten/Nasional Prof. Mufti Ali, Ph.D., akademisi dan peneliti FUDA Dr. Hj. Eva Syarifah Wardah, M.Hum, pakar sejarah dan peradaban Islam yang banyak menulis tentang Syekh Nawawi al-Bantani Dr. Muhamad Shofin Sugito, M.A., Jamal D. Rahman, dan Dr. Ngatawi Al-Zastrouw selaku budayawan Nahdliyyin dan Ketua Dewan Pembina JDS.
Acara akan dibuka oleh Rektor UIN SMH Banten Prof. Dr. KH Muhammad Ishom. Dekan FUDA UIN Banten Dr. Masykur, S.Ag., M.Hum akan menjadi keynote speaker. Acara akan dihadiri sekitar 300-an orang dari kalangan mahasiswa, akademisi, sejarawan dan pengamat, tokoh-tokoh masyarakat dan agama, dan pejabat pemerintah.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Dunia Santri 2026 yang digelar sejak April hingga Oktober nanti. Rangkaian kegiatan Festival adalah Workshop Jurnalistik dan Penulisan Kreatif di beberapa kota, Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren, Seminar 5000 Karya Tulis Santri, Pertunjukan Monolog/Drama Mini “Hubbul Wathan”, dan Residensi Penulisan Karya Ilmiah bertema “Ideologi, Teknologi, dan Masa Depan Pesantren”. Residensi Penulisan ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu Agustus-September di empat kota, yaitu Jombang (Jawa Timur), Yogyakarta (Jeteng-DIY), Tasikmalaya (Jawa Barat), dan Serang (Banten).
Pengujung Festival Dunia Santri 2026 akan dilaksanakan pada 28 Oktober di Jakarta, sekaligus merayakan Hari Santri dan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Selain pertunjukan seni, pada Oktober nanti juga akan di-launching buka hasil Residensi Penulisan Karya Ilmiah dan Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren.
