PERCAKAPAN SARUNG DAN JILBAB
hei, lihat di jalan kota-kota itu
orang-orang pakai celana
dan rambut tergerai mempesona, kata sarung
pada jilbab

aku masih dipaksa masuk kepala siswi
yang ingin rambutnya berkibar
seperti iklan di kanal youtube, kata jilbab
mukanya mungkeret
mengapa orang-orang masih suka diatur
dikuasai teks-teks yang membuatnya
malah tak jadi manusia? tanya sarung
entahlah, rasanya dulu aku terbang
dari gurun arabia bukan untuk menyaksikan
muka perempuan sedih di balik tubuhku, ucap jilbab
aku pun yang memang tinggal di negeri ini
tidak masalah jika orang-orang lebih suka
pakai celana buat jalan-jalan, jelas sarung
lagipula aku biasa nemenin mereka ngeronda
memeluk tubuh mereka seperti bulu pada tubuh burung
dan menghadirkan mimpi tentang kedamaian, tambah sarung
aku yang memang masih asing, aku semakin terkucil
jika perempuan mengenakanku, tapi mereka terpaksa
bukannya cinta, aku harus mengadu pada siapa?
