“Mas, tulisan story Whats app sampean Buagus lo, nggak pengen gabung di dunia santri?”
Pertanyaan singkat itu awal saya diperkenalkan oleh guru Bahasa Indonesia saya kepada situs duniasantri.co. Pasalnya, guru saya tersebut sudah lama jadi member yang juga produktif membanjiri laman duniasantri.co dengan berbagai genre tulisan yang beliau kirim dan juga memiliki hobi menulis.

Saya diperkenalkan dengan duniasantri harapannya adalah agar saya menemukan labuhan atas goresan-goresan tinta yang selama ini berceceran di sosial media saya. Kebetulan saya pribadi memiliki kecenderungan menulis dengan model tulisan deskriptif sehingga narasi yang saya tulis di akun sosial media terhitung panjang.
“Gimana itu pak cara saya agar bisa meminang duniasantri?” tanya saya pada guru saya laksana “makcomblang”yang menjodohkan saya dengan duniasantri.
