GUGUR PENA

RATAPAN DUKA
Teruntuk; Buya Syafii Maarif

Tepat di ladang barokah Jum’at
Kusandarkan telinga dalam media
Kabar itu mulai menyeruak
Mawar hitam lepas tengkurap
Hanya air mata yang abadi
Dalam catatan pena puisi

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Meski raganya tidak hijau
Namun asas toleransi masih bergemilau
Mengecap duka berbalut cita
Menyusun aksara kata-kata

GUGUR PENA

Tinggalkan Balasan