RATAPAN DUKA
Teruntuk; Buya Syafii Maarif
Tepat di ladang barokah Jum’at
Kusandarkan telinga dalam media
Kabar itu mulai menyeruak
Mawar hitam lepas tengkurap
Hanya air mata yang abadi
Dalam catatan pena puisi

Meski raganya tidak hijau
Namun asas toleransi masih bergemilau
Mengecap duka berbalut cita
Menyusun aksara kata-kata
GUGUR PENA
