Sandal Kiai dan Cara Santri Ngalap Barokah

Sebagai seorang santri, mendapat barokah adalah tujuan utama dari mondok. Selagi normal, tidak ada santri yang tidak menginginkan barokah, semuanya menginginkan barokah. Meskipun terkadang memang ada sebagian yang mondok hanya dilatarbelakangi oleh beberapa hal, seperti ikut arus (kebiasaan di rumahnya), atau yang banyak ditemui hanya ingin mendapatkan apa yang diinginkannya/imbalan dari orang tuanya.

Hampir 6 tahun lebih mondok, saya selalu menemukan hal unik di setiap pondok pesantren yang pernah saya singgahi. Tentang kebiasaan konyol para santri ketika belajar, juga tentang bagaimana cara santri mencari barokah. Membaca nadzaman secara bergantian ketika ngantri di kamar mandi, adalah hal paling konyol yang pernah saya temui. Dengan tangan memegang gayung dan handuk di kepala, tanpa mandzumat mini (kumpulan beberapa nazdaman), santri sudah bisa memanfaatkan waktu ngantrinya untuk belajar. Memang terkesan konyol, tapi itulah santri, selagi bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, mengapa tidak?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Beragam macam cara telah saya temukan tentang bagaimana seorang santri untuk bisa memperoleh barokah, seperti menjadi abdi ndalem, menyapu pondok, menjadi sopir kiai, hingga hal remeh seperti menata sandal kiai.

Tinggalkan Balasan