MENEMPUH JAZIRAH MIMPI
Untuk sementara berdiamlah di kamarmu, adik
Meski kutahu jiwamu tak pernah damai dengan hardik kerinduan
Aku juga tak punya banyak rumus untuk mensiasati air matamu
Tetapi di sini, cinta akan tetap kugembala dengan gerimis yang amat sunyi

Bukan karena apa-apa, adik
Di kotaku jalanan terlalu bising oleh kebingungan
Hingga sepi membuatku hanyut ke dalam metafora kematian
Dan jiwaku terimpit oleh keblingsatan zaman
Suatu saat setelah kukhalwatkan lukamu
Akan kutempuh dirimu dengan zikir panjang para musafir yang azali
Dan kita akan bertekad melintasi jazirah-jazirah mimpi
bernama puisi.
Gajah Wong, 2022.
KEMENANGAN
Kupilih sunyi agar dapat menemukanmu
Sebab di luar cuaca amat perih dan menyesakkan
Sebenarnya aku tak begitu pandai membaca warna dan bayang-bayangmu
Hingga luka membaptisku jadi jiwa yang rawan
