(ADA) TUHAN YANG TERSEMBUNYI DI BALIK AMBISI POLITISI
“apakah tuhan mengingatku?”
(pernah) kukira diriku politikus.
misalnya, pagi tadi:

aku memungut kepingan wajah tuhan
di antara buku dan gelas-gelas kopi
di antara jejak kelam dan betapa menguntungkannya negeri
lalu aku ingin menulis pesan
; memahat elit jadi dinasti
____tetapi itu berarti mengubah
setumpuk kesepakatan demokrasi menjadi santapan pemaksaan
; berarti merebut kuasa
yang telah lama hanya dimiliki tuhan.
MAHA AGUNG EGO POLITISI; ATAS SEGALA PEMBENARANNYA
“politisi yang agung, akan kau bawa kemana tanah airku ?”
berhari-hari sudut dan sisi kota sibuk menopang baliho dan atribut
partai-partai rajin menyapu
; beberapa upaya hapus jejak hitam
; sisanya upaya menghapus keraguan.
“politisi yang agung, akan kau bawa kemana tanah airku ?”
di sudut kota:
anak-anak kelaparan
berlarian meraba takdir
; putus sekolah
perempuan tersudut nasib
mengais sisa harapan dari kemolekan
naif menjadi perbincangan
