KAYU RAYAP
Dua kali lima dalam sehari
Pendatang memuja kanan dan kiri
Berbicara dengan bahasa pun kadang mengiri
Lambat laun sambil diberi makan isi kari

Suara-suara beribu tiada nama
Berpendar seperti kata
Mengucap tak pakai isi hati
Berkelakar seperti paling tahu sanubari
Dua ribu tahun
Dari akar, cacing bergeliat
Berpucuk menjadi ulat
Berranting menjelma lalat
Berpohon dengan lebat
Suara yang terdengar
Tak soal satu atau dua
Hidup yang ditancap
Tak soal kawan atau lawan
Mari bergembira
Kayu itu berkeropos tua
Sebentar jua berganti semen dan baja
Habis dari tanah
Pulang ke tanah
Surabaya, 1 September 2024 .
