PECAH AIR MATA PERINDU
Bukan secabik bendera,
yang aku bawa dalam irama doa
hanya sisa napas dari perindu sekaligus pendosa

Mekarlah kembang cinta-Mu,
pada aksara langit di malam itu
saat mentari tak lagi bercahaya
memendar kelam, memancar temaram
Di bawah rimbun tanah-Mu,
aku mekar bersama puisi-Mu
membaca riak ayat-ayat alam
Aku ingin memilin cahaya-Mu
Aku ingin membaca ayat-ayat-Mu
Aku ingin memahat kasih-Mu
Dekaplah dalam sujud,
seharum putik di taman surga
menabur butiran mayang nirwana
