Akhlak Rasul

“Kau pendusta! Engkau bukanlah orang yang biasa mendatangiku,” teriak si pengemis itu lagi. “Jikalau engkau adalah orang yang biasa menyuapiku, maka tidak akan aku kesusahan untuk mengunyah makanan di mulutku. Karena, orang yang biasa mendatangiku itu selalu menghaluskan makanan terlebih dahulu dengan mulutnya sendiri.”

Abu Bakar pun sudah tidak kuasa menahan deraian air matanya. “Kau benar, aku memanglah bukan orang yang biasa mendatangimu dan menyuapimu. Aku adalah seorang sahabatnya, Abu Bakar. Orang mulia yang selalu mendatangimu telah wafat. Manusia mulia itu adalah Muhammad Rasulullah.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Setelah mendengar semua penjelasan itu, pengemis itu seakan-akan tidak percaya bahwa orang yang setiap hari memberi perhatian kasih sayang kepada dirinya adalah orang yang sangat ia benci, selalu ia fitnah, dan yang selalu ia caci-maki. Maka, di hadapan Khalifah Abu Bakar pengemis buta itu pun mengucap dua kalimat syahadat, dan dia masuk Islam karena menyadari bahwa betapa mulia sifat dan akhlak yang dimiliki Rasulullah.

Dari kisah tersebut, maka amat sangat pantaslah Rasulullah menjadi idola bagi kita semua, karena tiada makhluk di dunia ini yang mempunyai kemuliaan dan akhlak yang sempurna seperti dirinya. Allah pun berfirman: “Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS Al-Ahzab: 21).

Tinggalkan Balasan