Al-Ibriz, Karya Syekh Nawawi yang Terlupakan

Sangat sedikit akademisi yang mengkaji kitab maulid ini. Maka melalui tulisan kecil diharapkan ke depan semakin banyak yang mengkaji secara mendalam karya Syekh Nawawi ini.

Pada awalnya, kitab maulid ini merupakan manuskrip cetakan lawas yang diterbitkan oleh “Percetakan Al-Azhar Asy-Syarif Al-Munif” dengan enskripsi penyalinan teks di akhir halaman bertarikh 15 Rajab 1399 H atau bertepatan hari Ahad, 10 Juni 1979. Pada bulan Oktober tahun 2020, Gus Nanal Ainal Fauz dari Pati, Jawa Tengah, bersama dengan “Turats Ulama Nusantara” mencetak kembali kitab maulid ini dengan gaya khat penulisan Arab yang terbaru agar karya ini kembali populer di kalangan masyarakat Indonesia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tak lupa, di lembaran akhir Gus Nanal menambahkan sanad ijazah ammah (umum) kitab tersebut, yang sanadnya kitab maulid ini dari Sayyid Ahmad bin Idrus Al-Habsyi Pasuruan dan Sayyid Ahmad bin Idrus Al-Habsyi Pasuruan, yang mengambil sanad ijazah kitab maulid ini dari al-Musnid ad-Dunya, Syekh Muhammad Yasin bin Isa al-Padangi. Adapun, Syekh Yasin mengambil sanad kitab maulid ini dari dua jalur yang bersambung kepada muallif (pengarang)-nya langsung, yakni Syekh Jam’an bin Samun al-Tangerangi dan Syekh Muhammad Arsyad Thawil al-Bantani.

Kitab maulid ini merupakan ringkasan serta penjelas dari hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Qasthalani. Kitab Al-Ibriz Ad-Dani ini terbagi menjadi 37 pasal serta tersusun secara periodik, dimulai dari pasal kisah Nur Muhammad sebagai asal muasal segala alam semesta jagat raya ini dan ditutup dengan pasal kesempurnaan fisik dan akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam.

Tinggalkan Balasan