Yusuf Estes : Pendeta
Yusuf Estes adalah nama barunya setelah masuk Islam. Nama aslinya adalah Yoseph Edwads Easts. Ia dilahirkan pada 1944 di Ohio dari keluarga Kristen fanatik dan dibesarkan di Texas, Amerika Serikat. Sebagian besar kehidupan keluarganya adalah untuk agama Kristen. Sebagai seorang pendeta, Yusuf Estes membaca dengan serius ajaran agama lain, seperti Hindu, Yahudi, dan Budha selama 30 Tahun. Tapi tidak dengan agama Islam.

Kisah perpindahan agama Yusuf Estes tidak terlepas dari pengaruh Diya’ al-Qur’an yang ia kaji pada QS; Al-Alaq (96): 1-2. Di sini, seperti diungkapkan al-Kindi, “Sesungguhnya segumpal darah ini terjadi setelah sperma bertemu ovum dalam rahim, di mana pertemuan itu berkembang menjadi darah yang menggumpal.”
Ternyata ayat Al-Quran itu, menurutnya telah menyebutkan tentang hal ini sebelum para pakar modern menemukannya, dan sekaligus menjadi bukti kebenaran Al-Quran. Hal itulah yang kemudian mengantarkan Yusuf Estes menjadi muslim yang sangat taat dan mengabdikan hidupnya untuk agama Islam dan kehidupan umat muslim.
Dari situ Yusuf Estes terus bergiat lebih serius mendalaminya sehingga ia kemudian menjadi juru dakwah untuk menyampaikan kebenaran Islam ke seantero Amerika Serikat. Ia akhirnya dinobatkan sebagai pemenang pertama dalam Islamic Personality of the Year pada acara International Holy Qur’an Award pada 8 Agustus 2012 di Dubai.
Dengan demikian, Al-Quran bagi kedua tokoh mualaf, penulis mengibaratkan seperti cahaya matahari yang menyinari bumi. Tidak hanya berguna bagi manusia, namun juga memberi manfaat bagi pepohonan, sampai serangga pun juga membutuhkan sinar matahari. Di sinilah multifungsi Al-Quran dalam segala lini kehidupan. Al-Quran tidak hanya mengatur urusan akhirat, namun lebih dari itu juga mengatur sisi kehidupan dunia.
