Dalam pengantar pengajian ini, Kiai Faizi mengatakan, “Bahwa dalam setiap kesuksesan, seseorang dapat dipastikan ada pendamping (istri) yang mendukung sepenuh jiwa terhadap suatu perjuangan.” Termasuk, dalam perjuangan Nabi Muhammad saw, Siti Khadijah adalah pendamping Nabi dalam mewujudkan suksesnya kemuliaan Islam. Oleh sebab itu, menyelami biografi Sayyidah Khadijah adalah sebuah keniscayaan dalam keharusan kita sebagai umat Islam.
Syaikh Ahmad bin Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani, sebagai pengarang kitab Al-Busyra, dalam pengantarnya menjelaskan bahwa Sayyidah Khadijah adalah seorang yang mulia. Dilihat dari jalur ayah atau ibu, Siti Khadijah ini termasuk dari keturunan yang agung. Terpelihara dari nilai-nilai jahiliyah (kebodohan) dan termasuk wanita yang teguh dalam memegang prinsip keislaman. Khadijah juga yang pertama kali beriman (percaya) atas kerasulan Muhammad saw.

