Anak-anak Mendalang di Hari Anak

Pertunjukan wayang kulit ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025. Peringatan HAN 2025 ini terselenggara atas kerja sama Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI), MAC UI, dan didukung oleh Komoenitas Makara. Penampilan para dalang yang masih bocah dan remaja tersebut memukau pengunjung layaknya dalang profesional.

Menurut Direktur Kebudayaan UI Dr Ngatawi Al- Zastrouw, pagelaran wayang kulit ini sebagai bentuk pelestarian budaya sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi para dalang muda. Pertunjukan ini sekaligus menjadi manifestasi nyata bagaimana seni tradisi dapat diwariskan dan dihidupkan kembali oleh generasi muda. Menurutnya, memperkuat pendidikan karakter anak-anak Indonesia bisa dilakukan melalui cerita pewayangan yang sarat makna moral dan nilai-nilai luhur budaya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Bermain adalah dunia anak. Dengan bermain, kreativitas, imajinasi, dan motorik mereka akan tumbuh dan berkembang. Jangan bebani anak dengan dunia orang dewasa dan gadget yang membuat mereka mengalami penuaan dini. Menghilangkan dunia bermain anak sama dengan mematikan masa depan peradaban. Mengembalikan dunia bermain anak adalah investasi peradaban masa depan,” ujar Kang Zastrouw, panggilan akrab Ngatawi Al- Zastrouw.

Tinggalkan Balasan