Anti-Burnout dengan Jalur Langit

Dunia hari ini adalah sebuah mesin raksasa yang tidak pernah tidur. Di balik gemerlap layar gawai dan kecepatan akses informasi, tersimpan sebuah paradoks sosiologis. Generasi yang paling terkoneksi secara digital justru menjadi generasi yang paling merasa terasing dan lelah secara mental. Fenomena ini disebut burnout.

Fenomena burnout bukan lagi sekadar kelelahan fisik akibat kerja lembur, melainkan telah menjadi krisis eksistensial akut. Dalam konteks ini, muncul sebuah gerakan organik di kalangan anak muda yang populer dengan istilah “Jalur Langit”. Istilah ini bukan sekadar tren tagar di media sosial, melainkan sebuah bentuk perlawanan spiritual terhadap mekanisasi hidup yang mendehumanisasi manusia.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Melampaui Materialisme

Burnout berakar pada hilangnya orientasi transendental dalam aktivitas keseharian. Manusia modern sering kali terjebak dalam “teologi keberhasilan” yang bersifat materialistik, di mana nilai diri seseorang diukur semata-mata dari produktivitas dan pencapaian angka.

Dalam pandangan Islam, misalnya, konsep tawakal dan zuhud bukanlah bentuk pelarian dari tanggung jawab, melainkan mekanisme pertahanan jiwa. Jalur langit secara normatif menekankan bahwa kerja adalah ibadah, namun hasilnya adalah otoritas Tuhan. Ketika seorang pemuda mengadopsi prinsip ini, ia sedang membangun “jangkar spiritual” agar tidak terombang-ambing oleh ekspektasi sosial. Fakta aktual menunjukkan peningkatan minat generasi muda pada praktik ibadah seperti salat tahajud, dhuha, dan sedekah bukan hanya untuk meminta kekayaan, melainkan sebagai upaya mencari ketenangan batin (thuma’ninah).

Imam Al-Ghazali dalam mahakaryanya Ihya Ulumuddin (sekitar abad ke-11) telah lama mengingatkan tentang bahaya penyakit hati yang timbul akibat ambisi duniawi yang tak terkendali. Al-Ghazali menawarkan konsep penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) sebagai cara untuk mengobati kelelahan spiritual. Bagi generasi muda, jalur langit adalah bentuk tazkiyatun nafs kontemporer; sebuah upaya untuk mengosongkan diri dari kebisingan dunia demi mengisi jiwa dengan kehadiran Tuhan.

Dari Etika Protestan ke Burnout Society

Halaman: First 1 2 3 Next → Last Show All

Tinggalkan Balasan