Dengan kata lain, peradaban Islam merujuk pada perkembangan budaya, sosial, politik, dan intelektual yang terjadi di dunia Muslim, berdasarkan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. Istilah ini mencerminkan pengaruh agama Islam dalam membentuk identitas dan perkembangan masyarakat Muslim.
Autokritik Peradaban Islam Kini

Autokritik terhadap peradaban Islam adalah proses reflektif, kritis, dan introspektif di mana penganut Islam, cendekiawan, dan komunitas Muslim secara objektif mengevaluasi aspek-aspek budaya, sosial, politik, dan praktik dalam konteks peradaban Islam. Autokritik ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan, ketidaksempurnaan, atau masalah yang ada dan berupaya untuk memperbaiki atau mereformasi aspek-aspek tersebut.
Autokritik terhadap peradaban Islam mungkin dapat mencakup berbagai aspek seperti di bawah ini:
Pertama, kesenjangan antara prinsip-prinsip Islam dan praktik masyarakat. Dalam autokritik, terdapat upaya untuk mengevaluasi sejauh mana praktik masyarakat atau lembaga-lembaga dalam peradaban Islam, mungkin di Indonesia bisa dikontekskan dengan ormas seperti Nahdhatul Ulama dan Muhammadiyah. Apakah mereka sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam yang luhur. Hal ini bisa mencakup penilaian terhadap pemberdayaan ekonomi, keadilan sosial, hak asasi manusia, perlakuan terhadap perempuan, kebebasan beragama, atau isu-isu etis lainnya.
Kedua, interpretasi dan pemahaman yang “salah”. Autokritik juga dapat melibatkan evaluasi terhadap interpretasi dan pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama Islam yang mungkin telah terjadi dalam konteks peradaban Islam umumnya. Hal ini mencakup penelitian dan refleksi kritis terhadap pemahaman tradisional atau interpretasi yang tidak akurat atau terdistorsi terhadap Islam. implikasi yang konkret seperti perselisihan di antara mereka (aliran kalam maupun ormas) yang mendaku merasa paling “otoritatif” mewakili wajah umat Islam.
Ketiga, keterbelakangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi: Autokritik juga bisa melibatkan pengakuan terhadap keterbelakangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di sebagian komunitas Muslim.
Dalam konteks ini, mungkin ada upaya untuk merenungkan penyebab dan mencari cara untuk mempromosikan inovasi, pendidikan, dan pengembangan ilmiah dalam bingkai peradaban Islam.
Keempat, intoleransi atau ekstremisme. Autokritik juga dapat mencakup evaluasi terhadap masalah intoleransi, fanatisme, atau ekstremisme yang mungkin ada dalam sebagian komunitas Muslim. Ini dapat melibatkan refleksi kritis tentang pemahaman yang sempit atau ketidakmampuan untuk berdialog dengan kebudayaan, agama, atau pandangan dunia lainnya.
Autokritik terhadap peradaban Islam merupakan proses penting dalam upaya untuk mencapai pembaruan, transformasi, dan pengembangan positif dalam peradaban Muslim. Ini menunjukkan adanya kesadaran dan tanggung jawab untuk menghadapi tantangan, kesalahan, dan masalah dalam upaya menciptakan masyarakat yang lebih adil, beradab, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Perlu diketahui juga bahwa pandangan autokritik terhadap peradaban Islam mungkin dapat bervariasi di antara individu, kelompok, ataupun cendekiawan Muslim yang berbeda. Semisal, Syafiq Hasyim menggarisbawahi kemunduran Islam berkaitan Iptek adalah karena umat Islam meninggalkan pesan-pesan yang diberikan dalam Al-Qur’an dan Sunah Nabi. Penyebab lainnya adalah karena umat Islam terlibat dalam konflik internal. Dengan kata lain, umat Islam dihalangi umat Islam yang lain. Mereka terlibat dalam pertentangan politik dan ideologi.[6]
Catatan:
[1] Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kelima). Balai Pustaka.
[2] Online Etymology Dictionary. (2021). Civilization. Diakses dari https://www.etymonline.com/word/civilization
[3] Jurnal Unida Gontor, http://dx.doi.org/10.21111/tsaqafah.v11i1.251
[4] Pidato Kebudayaan 75 Tahun Abdul Hadi WM yang diselenggarakan oleh Pesantren Luhur Ciganjur pada 2021
[5] Islam Doktrin dan Peradaban, hal. n, Paramadina, cet IV 1995
[6] Tanya jawab seputar Islam CNN Indonesia 9 Mei 2020
