Tulisan Azyumardi Azra terbilang sangat kritis dan tajam. Dia tak tanggung-tanggung untuk melancarkan kritiknya terhadap hal-hal yang dinilainya tidak sesuai. Isu-isu yang ditulisnya pun beragama, mulai dari agama, filsafat, sejarah, politik, sosial, humaniora, dan lainnya.
Kegemaran menulisnya ini sudah dia asah sejak duduk di bangku kuliah. Bahkan, setelah menyelesaikan studi S2 di Universitas Coloumbia, dia kembali ke Jakarta dan menjadi pemimpin redaksi Studia Islamika, yaitu sebuah jurnal berbahasa Indonesia untuk isu-isu keislaman. Dia juga pernah menjadi wartawan di Panji Masyarakat. Dia juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia.

Selain sebagai seorang penulis, Azyumardi Azra juga pernah menjabat sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama dua priode. Selain itu, dia juga dipercaya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden. Banyak pula jabatan nonstruktural yang diembannya dan tak mungkin saya sebutkan di sini. Azyumardi Azra juga sering memberikan kuliah-kuliah umum baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Azyumardi Azra merupakan sosok yang sulit tergantikan. Pasalnya, dia sangat khas dan berbeda dari intelektual pada umumnya. Sosok Azyumardi Azra patut menjadi panutan generasi berikutnya. Banyak keinginan dan cita-citanya yang belum terwujud. Oleh sebab itu, menajdi tugas kita sebagai penyambung ide-ide cemerlangnya.
