GERHANA BULAN
Melihat bulan, seperti aku melihat catatan kepedihan
Di masa yang hanya mengenal luka dan air mata
Selalu ada bekas perjalanan dan pikiran tentang masa lalu
: Perih yang panjang

Selalu air mata yang menjadi catatan kesedihan
Tentang perjalanan kita yang tertimbun
Setiap malam, yang nampak hanya irisan kesakitan
Mencakar langit di kepalaku
Melihat bulan, seperti aku sedang menyaksikan
Bagaimana luka kembali menghadirkan ketakutan-ketakutan
di telapak masa lalu kita
Sumenep, 2021.
