Ia juga berpesan agar tidak ada lagi pihak-pihak yang saling menyalahkan dalam upaya penanganan Covid-19 di kluster pondok pesantren. Ia justru berharap muncul solusi-solusi yang tepat untuk mengatasi kondisi ini.
Dari berbagai kalangan bantuan juga terus berdatangan. Selain berupa berbagai barang kebutuhan, bantuan para sukarelawan juga terus mengalir. Setiap hari, lebih dari 200 sukarelawan bekerja di dapur umum di Lapangan Kaligesing, berjarak sekitar 1 km dari kompleks Pondok Blokagung yang berada di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, ini. Di lapangan berdiri sedikitnya 14 tenda berukuran besar.

Sehari sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung percepatan penanganan Covid-19 di Pondok Blokagung ini. Dalam kesempatan itu, minta kepada Satgas untuk menekan jumlah santri yang positif dan mempercepat proses penyembuhan bagi yang terpapar Covid-19.
“Pemprov Jatim telah mendukung penanganan Dinkes Banyuwangi sejak Rabu, 19 Agustus lalu. Ada lima rumah sakit Pemprov yang siap men-support selama masa karantina di pondok. Petugas kesehatan gabungan juga terus standby di kompleks pondok,” katanya.
