Belajar dari Kearifan Wali Songo

Falsafah Jawa yakni “manunggaling kawula gusti“ juga memiliki kemiripan dengan ketauhidan Islam. Menggunakan analogi tersebut memberikan penguatan akan ketauhidan pada Allah SWT bagi masyrakat Jawa.

Berdasarkan contoh-contoh tersebut, pada intinya, Wali Songo bisa menjadi teladan bagi umat Islam di Jawa dalam berbagai segi kehidupan. Keluwesan pada kebudayaan dan tradisi asli masyarakat dengan halus diislamisasi. Tradisi, ajaran, kepercayaan, dan artefak digunakan sebagai media untuk memberikan pemahaman dan dakwah liwes dan tidak kaku untuk dengan memaksakan ajaran Islam diterima dengan segera. Namun, perlahan dengan memperkenalkan melalui kebiasaan dan diluruskan sesuai dengan perspektif Islam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal ini secara tidak langsung mendorong masyarakat untuk memeluk Islam secara bertahap. Tidak tiba-tiba dan serta merta, seperti “sekarang ini salah, harusnya itu. Itu haram, tak boleh ini.”

Namun, yang ditanamkan Wali Songo adalah pergeseran makna yang terkandung dalam tradisi, artefak, dan budaya. Hal ini juga sudah diajarkan langsung oleh Allah SWT dalam hal larangan meminum arak bagi bangsa Arab. Yang mana tradisi meminum arak perlahan dikurangi dan kemudian baru diharamkan. Dengan alasan logis dan melihat kebermanfaatan bagi diri sendiri dan orang di sekitarnya.

Mungkin, para Wali Songo menjadikan peristiwa tersebut sebagai kiblat dalam mengislamkan masyarakat Jawa. Sebab, Wali Songo memiliki kesadaran diri yang tinggi, manajemen diri, kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kesadaran sosial, dan kecerdasan spiritual yang tinggi.

Saat ini, kearifan Wali Songo masih sangat relevan untuk diteladani. Di mana untuk mengubah kebiasaan yang kurang baik perlu dilakukan secara perlahan atau bahkan dengan akulturasi kebiasaan sebelumnya.

Apabila saat ini marak dengan judi online, paylater, dan kekerasan seksual serta permasalahan lain, misalnya, pencegahannya perlu dilakukan dengan perlahan. Solusi-solusi dari pemegang kendali negeri ini kurang pas jika melihat dua peristiwa di atas tadi.

Tinggalkan Balasan