Bendera One Piece dan Perlawanan Gus Dur

Merujuk pada pernyataan tersebut, nampaknya Gus Dur tidak akan meyebut fenomena pengibaran bendera One Piece sebagai tindakan provokatif yang berpotensi mendegradasi martabat bangsa. Sebaliknya, di matanya fenomena ini lebih merupakan ekspresi dari kebebasan menyampaikan pendapat dan manifestasi dari ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintah. Sehingga, alih-alih menuduh rakyat berbuat makar, seharusnya pemerintah lebih bisa untuk menganalisa akar masalah dan introspeksi diri.

Bahkan, ketika menjabat presiden, Gus Dur sama sekali tidak menganggap pengibaran bendera bintang kejora oleh masyarakat Papua sebagai ancaman, selagi bendera itu masih di bawah bendera merah putih. “Anggap saja umbul-umbul, gitu aja kok repot,” demikian respons Gus Dur terkait pengibaran bendera bintang kejora.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dalam serial anime One Piece, sebuah pemerintahan hampir selalu digambarkan sebagai entitas yang korup dan diskriminatif. Dan bendera topi jerami milik Luffy ini merupakan simbol perlawanan terhadap penindasan dan kediktatoran tadi.

Bendera ini merupakan deklarasi kaum tertindas terhadap otoritas yang korup dan tidak adil. Di bawah bendera ini, Luffy dan kawan-kawannya melawan otoritas yang diktator,  bukan untuk menghancurkan, akan tetapi demi menegakkan keadilan dan kebenaran.

Sama halnya dengan Gus Dur yang telah mewariskan kepada kita semua keberanian untuk melawan penindasan dan ketidakadilan. Gus Dur merupakan suara bagi mereka yang dipaksa untuk bungkam terhadap penindasan dan ketidakadilan. Baginya, kritik merupakan bagian integral dari perjuangan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih adil dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan