Besi dan Santri

Akibat ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan ke seluruh penjuru alam semesta, bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda-benda angkasa.

Para ahli fisika/kimia mengetahui bahwa: “Besi memiliki struktur yang unik. Agar elektron-elektron dan neutron-neutron dapat menyatu dalam unsur besi, dibutuhkan energi yang mencapai sekitar 4 kali lebih besar dari total energi yang ada di planet matahari kita.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Para ahli fisika Bumi memperkirakan bahwa Bumi bermassa 6×10²ⁱ ton, terbangun dari 35% besi, 26% oksigen, 13% silikon, 10% magnesium, 4% nikel, dan unsur-unsur yang lain. Bumi berjari-jari 6378 km: Lapisan paling atas adalah kulit bumi setebal 25-90 km di kawasan daratan dan 6-11 km di kawasan samudra, Lapisan kedua adalah selimut bumi dan lapisan paling bawah adalah lapisan pusat Bumi dengan ketebalan 3470 km yang tersusun dari 90% besi dan sisanya nikel serta belerang. Umur besi di Bumi kira-kira sama dengan usia Bumi, yaitu sekitar 4,543 miliar tahun.

Para mufasir menafsirkan kalimat ba’sun syadidun, yaitu (besi) yang mempunyai atau memberikan kekuatan yang hebat. Tuhan telah mendesain alam semesta sedemikian sempurna. Berkat sains dan teknologi modern, para astronom mengetahui bahwa Bumi dan seisinya dilindungi oleh Sabuk Radiasi Van Allen, seperti nama penemunya: James Alfred Van Allen, seorang ilmuwan di bidang antariksa berkebangsaan Amerika dari Universitas Iowa. Sabuk Van Allen membungkus Bumi seperti perisai berbentuk medan elektromagnetik berenergi tinggi. Planet Merkurius juga memiliki perisai semacam ini dengan tingkat radiasi yang lebih rendah. Planet-planet lainnya tidak memiliki Sabuk Van Allen.

Sabuk Van Allen merupakan radiasi energi tinggi yang terdiri dari proton dan elektron, yang ditahan di tempatnya oleh medan magnet Bumi. Medan magnet Bumi terbentuk dari inti Bumi yang tersusun dari besi sekitar 90% dan nikel. Sabuk radiasi ini berada pada ketinggian 1000-60.000 km, mengelilingi permukaan Bumi. Sabuk perisai ini melindungi Bumi dan seisinya dari ledakan dahsyat energi Matahari yang terjadi 11 tahun sekali, berkekuatan setara 100 juta bom atom Hiroshima dan dari serangan badai kosmis yang membahayakan umat manusia serta kehidupan di Bumi.

Tinggalkan Balasan