BIOGRAFI LUKA

pada pagi yang gigil. di beranda taman.
banyak daun-daun terlepas dari rantingnya
dan tertulis nama-nama:

//bela
adakah yang tak sekeras kenangan?
ia menjadi ombak. melabrak apa saja.
kata-kataku hampir menjadi keping karang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

//yanti
ia pejamkan mata. meraba-raba puisi
yang berserakan dalam angannya.
tak satupun kalimat yang dirasa keras
seperti batu. ia hanya merasa memegang
wajah selembut sutra. ia membuka mata,
ternyata rindu masih muda dan tersenyum indah.
padanya.

//luluk
tangannya menggenggam malam,
bulan berlelehan,
‘tang-bintang jadi manik-manik kenangan.
ia pun berkata: sisa cium di alun-alun
lebih menggigilkan
dari pada embun yang turun semalaman.

Cabeyan, 2021.

Tinggalkan Balasan