Mataku memicing, menatap cahaya pantulan rembulan
Bulan itu terseyum
Meski kecil, tetapi keberadaan terlihat jelas dengan mata telanjang.
Samar-samar suara kudengar, azan dikumandangkan
Orang berbondong-bondong berjalan menuju masjid,
Bukan hanya kaum Adam, tetapi ada juga kaumku.

Aku menyempatkan diri
Untuk bertanya pada perempuan mukena pink.
“Ada acara apa?” tanyaku penasaran.
“Lho, memangnya kau gak tahu? Ini sudah memasuki bulan suci Ramadhan!” serunya, nadanya kurang mengenakkan,
Seperti menghinaku yang memang kekurangan fasilitas pada media berita.
Perempuan mukena pink itu berjalan menjauhiku
Lama-lama punggungnya menghilang karena lautan manusia melangkah dengan niat menuju kemenangan
Kerutan di keningku tercetak
“Bagaimana bisa manusia hanya beribadah pada saat bulan Ramadan?”
“Sebenarnya mereka hamba Tuhan atau hamba Ramadan?” tanyaku kepada udara.
MALAIKAT MENJEMPUT
Sungguh manis setiap jiwa yang berpulang
Di bulan suci Ramadan
Dengan cara yang indah
Membuat setiap insan bernapas iri
Melihat cara malaikat menjemputnya.
Sebagian insan terus berbuat kebajikan
Berharap dipulangkan dengan cara yang sama
Sedangkan yang lain terus lalai
Hanya berharap pada keajaiban takdir
Bagaimana malaikat menjemputnya.
Padahal, cara setiap jiwa berpulang
Sesungguhnya sesuai dengan kebiasaannya.
