MUHARRAM
Angin bersujud dengan sekelumit riwayat
Dalam tubuh hijriah yang nikmat
Yasinan menidurkan sepasang luka
Sementara wirid diam-diam melantunkan asma-Nya

Dari pendosa sampai pecundang
Membasuh hatinya dalam parit yang tenang
Agar tak ada lagi suasana sayu
Yang menggerogoti imannya satu-satu
Sujud seumpama ritual menuju abadi
Menuju rindu yang digariskan Ilahi
Di atas langit, bulan menjurus pada ketulusan
Merestui tanggal satu yang baru saja dilahirkan.
Sumenep, 29 Juli 2022.
