CAFETARIA, SUATU MALAM

Di pelabuhan,
Kita menukar perpisahan dengan pelukan
hangat dan dingin beraduk dalam dada
mencipta gelombang ; gusar percakapan

di tubuhku di tubuhmu
riak kangen yang berebut pusara
; reda seketika

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

laut tiba-tiba penuh warna kelabu
dan kenyataan nyatanya tak pernah ingkar
maka kesedihan berombak makin kencang

Pamekasan, 2020.

CAFETARIA, SUATU MALAM

Suatu malam aku menyaksikan
mata orang-orang mengabur

menelan hidup
menenggak kuota dan kesenangan

dingin menepi
kata-kata menyepi

di setiap dada
keinginan sibuk membagi waktu

sedang dalam tubuh kita
kesedihan pulang pergi tanpa henti

Tinggalkan Balasan