Di pelabuhan,
Kita menukar perpisahan dengan pelukan
hangat dan dingin beraduk dalam dada
mencipta gelombang ; gusar percakapan
di tubuhku di tubuhmu
riak kangen yang berebut pusara
; reda seketika

laut tiba-tiba penuh warna kelabu
dan kenyataan nyatanya tak pernah ingkar
maka kesedihan berombak makin kencang
Pamekasan, 2020.
CAFETARIA, SUATU MALAM
Suatu malam aku menyaksikan
mata orang-orang mengabur
menelan hidup
menenggak kuota dan kesenangan
dingin menepi
kata-kata menyepi
di setiap dada
keinginan sibuk membagi waktu
sedang dalam tubuh kita
kesedihan pulang pergi tanpa henti
