Cerita Hikmah dari Kiai Ilyas Ruhiat

“Berani-beraninya menyetop mobil pejabat tinggi negara yang sedang terburu-buru,” demikian batin Kang Imen. Namun, Kiai Ilyas rupanya sudah membaca gelagat kedongkolan Kang Imen. Kang Imen justru diminta patuh pada polisi.

“Kita harus menghargainya, karena polisi itu hanya menjalankan tugas,” pinta Kiai Ilyas. Kang Imen pun turun dari mobil, dan menyerahkan dokumen-dokumen kendaraan yang diminta polisi tersebut.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Apa yang kemudian terjadi? Polisi itu melongo ketika dari dokumen tersebut tahu bahwa mobil yang dia setop sedang membawa Kiai Ilyas Ruhiat. Polisi itu kemudian meminta izin untuk bersalaman dan mencium tangan Kiai Ilyas penuh takzim. Tak hanya itu, polisi itu juga meminta izin untuk mengawal perjalanan Kiai Ilyas sampai Jakarta agar tak terjebak macet. Perjalanan pun mulus, dan Kiai Ilyas tiba tepat waktu.

Handphone Kiai Ilyas Pecah

Suatu hari, ketika Kiai Ilyas Ruhiat sedang berdinas di Gedung DPA, Kang Imen siaga untuk membantu melancarkan seluruh urusan. Termasuk, membawakan telepon genggam Kiai Ilyas, Nokia 3310.

Apes, ketika suasana gedung DPA hibuk, handphone Kiai Ilyas yang dipegang Kang Imen tersenggol seseorang, terlempar, jatuh dan pecah berantakan. Apes lagi, ketika itu Kiai Ilyas sedang melintas. Kang Imen pun gemeteran dengan wajah ketakutan. Takut dimarahi.

“Ada apa?” tanya Kiai Ilyas. Kang Imen deg-degan.

“Ini, Kiai, handphone jatuh, pecah…” jawab Kang Imen dengan wajah pucat. Terbayang betapa mahalnya harga handphone saat itu.

“Ya sudah tak apa-apa. Barang yang rusak itu akan selalu ada gantinya yang lebih baik,” kata Kiai Ilyas dengan suara kalem, lalu meneruskan kesibukannya.

Benar juga, tak lama berselang, ketika Kang Imen masih memberesi bangkai handphone yang berserakan, seseorang menegurnya.

“Ada apa ini?”

“Ini, handphone Kiai Ilyas jatuh, pecah.”

“Ambil kartunya, mari ikut saya,” ujar seseorang yang Kang Imen sudah lupa namanya. Saat itu juga, Kang Imen diajak naik mobil BMW untuk mendatangi toko handphone. Sepulang dari sana, Kang Imen membawa handphone baru untuk Kiai Ilyas, mereknya Siemens, seri yang lebih bagus dari Nokia 3310.

Tinggalkan Balasan