Sementara itu, dari Bogor, Jawa Barat, dilaporkan untuk kali pertama di sebuah pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terjadi kasus Covid-19.
Sebanyak 21 orang santri di pondok pesantren tersebut dinyatakan positif Covid-19. Semua santri Covid-19 tersebut kini diisolasi di RS Darurat Kemang, dan pesantrennya untuk sementara diisolasi.

Di Kabupaten Sleman, Jawa Tengah, juga terjadi kasus serupa. Setidaknya sudah ada dua pondok pesantren di Sleman yang ditutup karena puluhan santrinya terpapar virus Corona. Hingga saat ini tercatat ada 47 santri positif Covid-19 di dua pesantren tersebut.
Di Kabupaten Banyumas, jumlah santri yang positif Covid-19 juga terus bertambah. Di satu pondok pesantren yang berada di Kelurahan Purwanegara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, jumlah santri yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 328 orang.
“Total sampel yang dilakukan pemeriksaan sebanyak 631 orang. Dari jumlah tersebut diketahui 328 orang terkonfirmasi positif,” kata Sekretaris Daerah Banyumas Wahyu Budi Saptono dalam keterangan pers.
Dijelaskan Wahyu, berdasarkan hasil tes swab tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan tindakan kesehatan. Untuk santri yang ada keluhan dievakuasi ke RSUD Banyumas dan RS Siaga Medika, sedangkan yang tidak ada keluhan masuk ke rumah karantina di Baturraden.
Lonjakan kasus Covid-19 juga terjadi di Pondok Pesantren Assalafiyah Polman, Sulawesi Barat. Pada 29 September 2020, misalnya, terjadi penambahan 156 kasus Covid-19, dan penyumbang terbesar berasal dari klaster Pesantren Assalafiah di Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
“Penambahan kasus hari ini 156, 1 kasus di Mamuju dan 155 kasus di Polman. 151 kasus merupakan kluster dari Pesantren Assalafiah Polman,” kata Jubir Satgas Covid-19 Sulawesi Barat Safaruddin Sanusi.
Saat ini, menurutnya, semua pasien di Pesantren Assalafiah sementara menjalani isolasi mandiri di lingkungan pesantren dan berada dalam pengawasan petugas medis. “Ini merupakan kluster penyebaran Covid-19 yang terbesar di Sulawesi Barat,” tandas Safaruddin.
