DI JENDELA MASA LALU
setiap kali beta buka jendela
menganga ke laut lepas
mata dan isi kepala ditarik-tarik
pada masa lalu
ketika beta bersama papa menjaring kehidupan
di antara amuk ombak dan terjangnya angin lautan

setangkai rindu jatuh di tiris-tiris jendela
yang diselimuti lumut sehijau rindu
di waktu dulu papa mengajak beta
menikmati peluh yang jatuh pada tubuh
merasakan manisnya air laut
saat kami kembali memeluk teluk
lalu mama menjemput kami
dengan harumnya senyuman
papa mengajariku untuk selalu tangguh dan tabah
seperti karang dipukul amuk ombak saat musim timur tiba
mama mengajariku agar selalu tersenyum
walaupun berkah tak kunjung tiba
menghibur dada
di jendela itu
beta diantar pulang pada masa lalu
lalu lewat puisi beta menerjemahkan rindu
tahoku, 6 Juli 2021.
