“Imbauan kepada seluruh santri, sudah menjadi kewajiban pribadi untuk tetap waspada dan disiplin dalam menggunakan protokol kesehatan. Termasuk dalam kegiatan keagamaan seperti 40 hari ini,” tuturnya.
Sebelum wafat, Gu Im memang berwasiat kepada keluarganya untuk dimakamkan di kampung halamannya. “Beliau berwasiat dimakamkan di Pesantren Mamba’ul Ma’arif,” tutupnya.

