Dinar, Perjuangan Santri di Negeri Beruang Merah

“Tantangan kami cukup menarik karena harus tetap menjaga tradisi amaliyah NU agar tidak luntur dan terbawa arus pergaulan. Islam di Rusia mayoritas amaliyahnya sama dengan NU. Jadi, mereka sangat terbuka dengan kita,” katanya.

Untuk kegiatan keagamaan, Dinar bersama kawan-kawannya juga berkolaborasi dengan PERMIRA yang merupakan organisasi pelajar di Rusia. Dinar menceritakan, jauh sebelum adanya virus Corona, kegiatan kebanyakan dilakukan secara online karena faktor jarak yang jauh. Ada yang berada di daerah Utara Rusia, ada yang di Barat, Timur, dan juga Selatan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Sekarang saya berada satu kota dengan teman saya Irvan di kota Saint Petersburg, yang merupakan kota budaya dan wisata Rusia. Pengajian juga secara online, begitu juga kegiatan yasinan dan tahlilan. Beberapa kegiatan juga disiarkan Langsung di Channel Youtube NU Channel,” tegas alumnus MBI Amanatul Ummah.

Semangatnya dalam belajar dan mengabdi untuk NU tidak main-main. Bahkan, Dinar mempunyai bekal dari para guru saat nyantri beberapa tahun yang lalu. Dari bekal itulah Dinar mencoba mengamalkan ajaran gurunya dengan penuh kehati-hatian sembari membantu tugas sebagai Wakil Ketua Tafidziah PCINU Rusia.

Tinggalkan Balasan