JIWA KEMARAU BERKALUNG LUKA
persembahan luka,
kepada jiwaku sendiri
yang memeluk api di sepanjang masa

separuh purnamaku beku,
dibekap lelah lelaki luka, berdarah
luruh ditikam kata-kata
aksara hujan butiran nestapa
menarilah pohon bidara, di atas angin
bertanam sekerat bibir,
pilu mantap aroma dupa malam
kemarau memendam rasa,
pada riak lukamu,
lukaku menabur luka-luka
Sumenep, 06062021.
SYAIR HUJAN KEMARAU
sajak aksara hujan,
di riak titik kemarau, Engkau berkabar!
pada sehelai gita,
kota tua mekarkan sejarah
tentang seribu purnama di matamu
menyemai kembang kenangan
di serambi mihrab rindu pulang
kemarau-Mu,
mendulang resah menabur sepah
