Dan negara dengan angka bunuh diri tertinggi justru bukanlah negara yang terbelakang, namun dari negara-negara maju termasuk Finlandia, yang termasuk dalam negara dengan sistem pendidikan terbaik dan termaju. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak menjamin mengantarkan manusia pada pengembangan kemanusiaannya.
Di sinilah arti penting kemanusiaan dalam tujuan sebuah pendidikan. Agar setiap individu dihargai dan tidak ada yang merasa dirugikan. Dan, manusia memiliki kesadaran yang mampu membedakan dirinya dengan segala sesuatu yang ada di luar dirinya.

Alasan masyarakat Baduy tersebut menjadi masuk akal jika pendidikan hanya diartikan untuk mendidik anak menjadi pintar, banyak pengetahuan, pandai mencari uang alias seorang enterpreneur andal, namun tak mampu mengangkat sisi kemanusiaan dirinya sendiri dan orang lain. Apa gunanya menjadi orang yang katanya terdidik namun sisi kemanusiaannya merosot?
Dalam hal ini, John Dewey berpendapat bahwa belajar atau pendidikan adalah bagian dari kehidupan itu sendiri dan bukan untuk mempersiapkan masa depan (Education be viewed as process of living and not preparation for future living). Pendapat Dewey dapat ditafsirkan bahwa pendidikan adalah proses yang membentuk perkembangan manusia, atau dengan kata lain memanusiakan manusia. Pendapat Dewey ini ingin mengedepankan yang utama, yaitu pendidikan yang tidak hanya ditujukan demi masa depan, tetapi demi kemanusiaan itu sendiri.
Menurut Zakiyah Darajat, guru merupakan pendidik profesional karena guru telah menerima dan memikul beban dari orang tua untuk ikut mendidik anak. Dalam hal ini, guru diartikan sebagai sosok teladan yang menurut falsafah Jawa adalah sosok yang digugu lan ditiru. Pribadi yang tak hanya mentransformasikan pengetahuan an sich, melainkan lebih dari itu juga sebagai sumber perkembangan kemajuan masyarakat.
Kalau saya jadi guru, hal pertama yang akan saya ajarkan terhadap murid saya adalah bagaimana mereka dapat menjadi manusia yang lebih baik. Karena, pendidikan adalah suatu sarana yang dapat membantu manusia menyempurnakan dirinya sebagai manusia.
Menurut Esther Christiana dalam tulisannya berjudul Pendidikan yang Memanusiakan Manusia, pendidikan dan manusia adalah satu bagian yang tak terpisakan, terlepas dari apa yang menjadi harapan di masa depan. Kemanusiaan adalah bagian penting misi pendidikan manusia sebagai makhluk yang istimewa. Semua hal yang dilakukan manusia berasal dari anugerah kodrati, pemberian sempurna Sang Pencipta dalam bentuk tubuh, jiwa, dan perasaan.
