GURU, MALAM ITU
ketika bulan mulai naik ke atap rumah
aku gugup di depan dampar
juga di depanmu
kaligrafi-kaligrafi mengukir sunyi di hati

betapa remang jiwa ini
jika secarik cahaya dari bibirmu tak kudapati
tinggal kedunguan memperbudak
jalan hidup
kau menyuruhku melafalkan huruf-huruf
pada qur’an mini
aku gagap sebab kecamuk di kepala
kini tinggal rindu, menikam tenteram jiwaku
dan di sini dengan puisi
aku memanggilmu bertalu-talu.
Cabeyan, 2021.
BALLADA POTRÈ KONÈNG
aku seorang perempuan yang menanggung luka mimpi
pada sebuah gua ketika tapa mengikat sadarku berupa puisi
