Gus Abe: Santri, Kiai, Aktivis

Ketika harus kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang pada 2009-2010, Gus Abe sembari mondok di Pondok Pesantren Anwarul Huda Malang, Jawa Timur, hingga 2011. Setelah itu, untuk kurun 2012-2015, Gus Abe nyantri di pondok yang diasuh Mbah Moen atau Syaikhina KH Maimoen Zubair, Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang, Jawa Tengah.

Setelah itu, Gus Abe memperoleh kesempatan melanjutkan studi ke Jerman. Memperoleh beasiswa dari Pemerintah Jerman (DAAD), Gus Abe melanjutkan studi di Universitas Duisberg Essen, Jerman dan mengambil jurusan bidang ilmu politik dan pemerintahan. Saat itulah ia aktif di Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Cabang Jerman.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Pulang dari Jerman, Gus Abe mengamalkan ilmunya di Pondok Buntet Pesantren Cirebon. Bahkan, Gus Abe merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Asy-Syakiroh 2 Buntet Pesantren Cirebon. Selain itu, ia juga menjadi Sekretaris Bidang Pendidikan Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren Cirebon dan mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren.

Selain mengasuh pondoknya, Gus Abe juga memiliki aktivitas lain di Jakarta. Sebab, ia tercatat sebagai Wakil Direktur Center for Indonesian Policy Analysis (CIPA), Indonesian Returning Expert di Korporasi Jerman untuk Kerja Sama Internasional (GIZ Jerman), dan Tim Asistensi Staf Khusus Presiden Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan