Menanggapi temuan ini, Gus Dur berpendapat, ada dua hal yang menjadi problem mereka. Pertama, ketidaksesuaian kriteria sekolah umum itu dengan visi misi yang dimiliki pondok pesantren tersebut. Kedua, ketidakmampuan pesantren dalam mengelola sekolah umum.
Akhirnya, solusi yang ditawarkan oleh Gus Dur adalah pihak pesantren harus menyadari dan mengakui bahwa dalam sistem pendidikan agama yang paling ekslusif sekalipun, tidak semua santrinya dapat dicetak menjadi ulama atau ahli agama. Apa salahnya jika pesantren memberi kesempatan luas kepada calon-calon ulama untuk mengejar cita-citanya, selain memperdalam ilmu agama, mereka diberi kesempatan untuk belajar di sekolah umum.

Wallahu a’lam bi shawab…
