Tidak hanya itu, menurutnya, dari sisi kebudayaan, Gus Dur mampu memperkenalkan jati diri bangsa ke kancah internasional. “Sehingga keteladanannya tidak hanya konsep, tapi benar dan nyata keberadaannya dan sekarang (kita) bisa melanjutkannya,” tambahnya.
Terakhir, ia menyampaikan bahwa Gus Dur dikenal sosok yang sangat sederhana dan apa adanya. “Konsep kesederhanaan Gus Dur tidak menjadikan materi sebagai tujuan pertama. Buktinya Gus Dur sering tidak memegang uang dan bahkan sering ngutang,” jelas Faizi.

Sesi kedua tentang peran Gus Dur di Bangkalan, yang diisi oleh Dr Safi’. Dalam peresentasinya, Ia mengungkapkan, dirinya mengenal Gus Dur cukup lama walaupun tidak pernah bertemu secara langsung. Namun lewat karya-karyanya, dia dapat mengenal Gus Dur selama di pesantren.
“Mengenal Gus Dur sejak saya di pesantren. Karena sering banyak baca majalah Aula milik NU dan kebetulan di situ banyak tulisannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa Gus Dur sangat berperan penting dalam dunia pendidikan, khususnya di Madura. Salah satunya dengan menegerikan kampus Unibang (Universitas Bangkalan) beralih menjadi UTM (Universitas Trunojoyo Madura)
