Padahal baru saja kakiku melangkah meninggalkan rumahku yang puisi
tapi rindu sempurna menyelimuti sekujur tubuhku
untuk teringat kembali
betapa indah waktu di masa lalu
yang disuguhkan kepadaku.
Tidak ada perabotan mewah di dalam rumahku
hanya kitab dan buku-buku
melengkapi ruang kosong pikiranku
hingga berjilid-jilid rindu
kubaca sebagai pengantar waktu
agar tidak layu membawa sesal serupa sembilu.

Rumahku memang sederhana
akan tetapi menyimpan makna
atapnya saja terbuat dari sejumlah kata
yang kutampung ke dalam bahasa.
Terkadang kelaparan mengikatku
bukan malas menyalakan tungku
lebih kepada; aku ingin bertapa
dengan doa di dada yang nyala.
Semoga rumahku selalu terjaga
dari roboh menghadap-Mu.
2022.
KASIH IBU
