Seiring berjalannya waktu, saya merasa bahwa sebenarnya saya mempunyai keahlian dalam merangkai kata. Berapa ribu kata yang sudah kita mubazir hanya untuk sekadar bercerita dengan lawan jenis atau hanya untuk memberitahu orang lain tentang kedaaan kita dalam sebuah story di medsos.
Tidak salah memang, tapi kalaulah kita tuangkan perasaan dan pikiran kita dalam bentuk tulisan atau buku dan hasilnya bisa diambil manfaat oleh orang lain. Hal itu saya kira lebih asik dan bermanfaaat. Saya ingat pak kiai saya pernah mengatakan, “Menulis berarti menyampaikan pesan-pesan yang Tuhan titipkan kepada kita.”

Dengan demikian, literasi itu sesuatu yang ilahiah. Karena itu, sudah semestinya kaum santri semakin dekat dan intens dengan dunia literasi, terutama menulis atau menjadi penulis. Sebab, dengan begitu, karya-karya santri akan abadi dan bisa memotivasi atau mendorong orang lain untuk membawa kebaikan atau perubahan ke arah yang lebih baik sesuai dengan pesan-pesan Tuhan.
