“Aku mau siap-siap ke musala dulu, ya, Bu. Ini sudah mau maghrib,” pamit Pak Kasdi.
“Iya, Pak. Ucup sudah dari tadi pergi duluan ke sana.”

***
Dinginnya sore menjelang maghrib itu tak sesuai dengan keadaan di musala kali ini. Di dalam sana terasa sauna panas oleh Sukidi. Tampak Sukidi sedang menunjuk-nunjuk wajah Agus dengan berbagai hujatan. Pak Kasdi yang baru saja datang pun berusaha masuk ke dalam masalah mereka.
“Ada apa ini Sukidi?”
“Anu … Pak. Ini Agus enggak mau mengaku tentang kotak amal itu.” Dengan menunduk Sukidi menjelaskan. Dia kikuk, karena lelaki yang berstatus sebagai RT itu tiba-tiba muncul.
“Kan, sudah saya bilang. Jangan asal nuduh. Kita tanya dulu baik-baik,” tegas Pak Kasdi.
“Begini, Pak. Saya dari kemarin di rumah teman. Jadi, demi Allah saya tidak tahu menahu soal hilangnya uang di kotak amal itu. Saya mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, Pak.” Agus angkat bicara seraya menunduk hormat kepada Pak RT.
“Sudah, sudah. Lagian sudah saya laporkan ke pihak yang berwajib. Sudah masuk waktu maghrib ini. Segera azan, Gus,” titah lelaki berkumis tebal itu.
“Nggih, Pak.”
Agus dengan cepat menyiapkan mikrofon. Dia mengecek terlebih dahulu alat itu dengan memukul pelan menggunakan jarinya. Setelah dirasa berfungsi dia mulai menyuarakan azan maghrib. Setiap insan yang mendengar suara azan Agus tak menampik bahwa suaranya begitu merdu. Layaknya azan di televisi yang biasa didengar. Ini juga salah satu yang membuat anak-anak rajin pergi ke musala. Ingin langsung bertemu si pemilik suara merdu itu.
***
Pagi-pagi sekali Agus mendatangi rumah Pak RT. Dia hendak pamit dan melepas jabatan sebagai takmir musala Ar-Rahman. Lelaki bertubuh tinggi tegap itu tak enak hati kepada Sukidi yang sering kali bersikap tak baik kepadanya. Lagipula, Agus juga akan berusaha fokus pada skripsinya.
Di halaman rumah Pak Kasdi dia disambut oleh ayam yang bersahutan berkokok. Suasana pagi yang sempura sekali.
“Assalamualaikum ….”
“Waalaikumsalam.” Tak perlu menunggu lama jawaban dari dalam rumah berwarna biru itu terdengar dari luar.
