Seperti yang biasa dijadikan propaganda oleh HTI bahwa khilafah itu ajaran Islam. Padahal propaganda ini sebatas trik dan intrik untuk mengelabuhi orang awam agar tertarik untuk ikut serta dalam sebuah makar. Selayaknya sebuah kejahatan yang dibangun dengan sebuah sistem, maka kejahatan tersebut terlihat legal dan meyakinkan. Padahal, hakikatnya adalah suatu makar yang harus kita hindari dan waspadai. Sebab, kalau tidak, kita akan terjerumus ke dalam sebuah sistem yang sesat.
Seorang pelaku kejahatan mempunyai banyak cara untuk dilakukan. Jika cara-cara ini diformat dengan semangat kesungguhan, bukan tidak mungkin akan menjerat banyak orang. Alhaqqu bila nidzamin, yaghlibuhul bathil binidhamin, kebenaran yang tidak dibangun dengan manajemen yang baik, akan dikalahkan oleh kebatilan yang diupayakan dengan manajemen yang bagus.

HTI memang telah dibredel badan hukumnya. Namun masih ada kesempatan di balik itu semua yang mesti kita waspadai. Di sekitar kita masih berkeliaran paham khilafah yang sewaktu-waktu akan menjerat pikiran kita. Oleh karena itu kewaspadaan merupakan awal yang baik untuk menjaga kebaikan akidah dan kesesatan pikir dalam menjalankan roda pemerintahan.
Merawat NKRI
Negara Kesatuan Republik Indinesia (NKRI) telah menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai bangsa yang bersatu dengan semangat kebersamaan di atas keberagaman suku, agama, dan ras, diperlukan adanya persaudaraan yang utuh dalam berbagai perbedaan. Berbeda bukan berarti berpecah belah dan bermusuhan satu sama lain. Tetapi perbedaan dijadikan sebagai wahana untuk mempersatukan tujuan kemerdekaan.
Perpecahan tidak akan melahirkan kebersamaan. Bahkan perpecahan dan perseteruan akan berdampak pada keutuhan bangsa. Perselisihan akan melahirkan bangsa yang lemah. Mudah bagi negara lain untuk menjajah bangsa yang berpecah belah. Maka harus dibangun persatuan dan kesatuan untuk menghadapi (bersama-sama) segala persoalan bangsa dan negara.
Merawat NKRI diperlukan kesungguhan. Tanpa ikhtiar yang maksimal, NKRI akan rawan terhadap cengkeraman penjajah. Hari ini, mungkin, tidak kepada penjajahan fisik. Namun lebih kepada penjajahan ideologi yang tidak kasat mata. Maka untuk menghadapi musuh dalam selimut ini, diperlukan pemahaman dan pengertian dalam upaya membangun ideologi yang sesuai dengan harkat dan martabat bangsa.
Mari kita berupaya dengan maksimal untuk merawat kesatuan dalam NKRI. Tanpa dicederai dengan sistem pemerintahan yang tidak pantas. Ideologi khilafah mungkin pas untuk negara tertentu. Tetapi, di Indonesia, Pancasila menjadi dasar negara kesatuan yang sudah final dan tidak bisa dirasuki oleh sistem pemerintahan lain yang tidak berkarakter Indonesia.
Semoga ke depan, bangsa Indonesia selalu dalam kedamaian dan ketentraman. Tanpa adanya sistem lain yang dicoba untuk dipaksakan sebagai ideologi negara. Merawat NKRI merupakan kewajiban kita bersama. Persatuan merupakan bekal utama untuk menciptakan NKRI yang damai dalam berkehidupan. Wallahu A’lam!
