Terik menyapa pagi
Kukayuh sepeda butut
Kuajaknya berjalan jauh,
Mengelilingi jalan-jalan terjal
Dan kota-kota nakal.
“Tapi apakah waktunya akan cukup sesuai perkiraan?”
Seperti mereka-mereka yang sibuk menyiapkan cat lukis
Dilukisnya pada denah dengan harap warna-warna pelangi tiba,
Hingga mencari makna di balik tanya
Sebelum waktu di matang senja.

Ahh… sungguh pening kepalaku
Terlalu jauh memikirkanya
Membuat skenario dalam skenario
Membaca skenario,
Menulis skenario,
Menganalisis skenario,
Pada akhirnya
Bukankah hanya satu skenario saja yang kita butuhkan
Di antara skenario-skenario yang lainnya
