Terkejut dengan kalimat baru didengar, ada rasa lega yang menyelimutinya. Namun ia tidak ingin kembali ke cara berdoa lamanya. Tidak juga mengikuti doa yang Nabi Musa ajarkan. Telah ia temukan cara baru untuk berkomunikasi dengan Tuhannya. Meski puas dan merasa terberkati karena berserah diri dengan naif. Telah ia lewati masa itu: hujatan indah itu.
Kadang kita merasa benar dengan pendapat yang kita anggap benar. Padahal, dalam anggapan orang lain kebenaran tersendiri tercipta di sana. Maka benar apa yang pernah dikatakan guru kami, Maulana Syeikh Ala Musthofa Na’imah:

جمع القلوب أفضل من انتصار الحقّ لأنّ الحقّ الّذي تراه انت ربّما يختلف عن الحقّ الّذي يراه غيرك
“Menyatukan hati lebih utama dibandingkan membela kebenaran. Karena kebenaran yang kamu lihat itu belum tentu kebenaran juga di mata orang lain.
