IBADAH DI TUBUHMU
Beberapa cahaya yang lamat masuk ke kamar kita
Mengisi ruang-ruang kosong, di hatimu dan hatiku
Lalu menjadi doa yang gemulai mengitari saban adegan
Sedangkan kita, terlumat dalam hangat di tengah kedinginan

Aku menyelam ke dasar hatimu
Melalui pori-pori yang sedikit basah
Sedangkan aroma tubuhmu yang kukenal akrab
Adalah nikmat yang kucintai tanpa sebab
Detak jam tak lebih cepat dari detak jantung
Ia menghunus segala gelap yang diciptakan malam
Subuh adalah waktu yang tak dirindukan
Sebab berpetualang di tubuhmu adalah ibadah paling nyaman
Air dari kulit-kulit kita mengucur,
Seumpama hujan yang berwarna sepi
Berjatuhan tanpa memberitahu tanah
Dan mengguyur tanpa sedikit pun suara
Sumenep, 2022
OBITUARIUM HUJAN
Entah
Ingin kukisahkan kematian siapa
Gagak memilih murung di balik cendana
Kau termenung di balik rindumu sendiri
Sedangkan hujan berkali-kali rintik di batang hidungmu
