Alya selalu merasa lebih nyaman mengagumi orang-orang yang tidak mengenalnya. Tokoh-tokoh besar itu hidup dalam buku dan artikel, hadir melalui kutipan yang ia simpan rapi. Mereka memberinya gambaran tentang hidup yang berhasil: ide besar, keberanian, dan pengakuan. Mengagumi mereka terasa bersih tanpa keterikatan emosional, tanpa kewajiban membalas apa pun. Ia pun belajar meniru cara mereka berbicara, bahkan cara mereka diam. Dalam pikirannya, menjadi hebat berarti dikenal; menjadi bermakna berarti disebut oleh banyak orang.
