IBU PERTIWI, AKU INGIN KEMBALI
Ibu…
Sesajen harap jiwa-jiwa tempur semakin subur
Erangan runyamnya karbohidrat tergaung jelas di ruas-ruas publik teras
Konon, suara lirih milik jelata terdengar hanya semacam toa penyambut duka

Ibu…
Bentala janji sakral membentang sejauh mata memandang
Eksistensi hal wajib yang harus ada di layar
Arwah hasil bumi tak lagi kami nikmati, musykil tuan dan puan
Ibu…
Sepenggal kisah aparatur negara, mewarnai gerak tegap negeri ini
Sudut-sudut jauh membias
Bukan lagi perihal harum dan ranumnya pencapaian
Bukan lagi anyaman bambu yang membentang amatiran
Ibu…
Negeri ini
Tanah air ini
Kembali mengenang sakralnya jasa pahlawan
Kembali menyuarakan keadilan
Ya, polemik aparat penegak hukum berkumul di bulan tujuh
Ibu…
Aku ingin kembali pada pangkuanmu
Merasakan hangatnya kedamaian
Bersama tuai-tuai gemerincing kehidupan
